Program Studi Tadris Biologi sukses mengadakan kuliah tamu yang menghadirkan praktisi pada tanggal 20 Mei 2024. Acara ini berlangsung di ruangan studio amphiteater, Wing B, lantai 1, Kampus UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Kuliah tamu ini diinisiasi oleh Ibu Maimunah Permata Hati Hasibuan, S.Sos., M.Si, dosen pengampu mata kuliah Biologi Konservasi di semester 6. Materi disampaikan oleh Bapak Kurniawan, S.Hut., M.Si, yang menjabat sebagai Local Engagement Head di PT Lestari Asri Jaya, sebuah perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berkomitmen terhadap program pelestarian lingkungan.
Tema kuliah umum dari praktisi tersebut adalah membahas 2 (dua) materi di salah satu RPS MK Biologi Konservasi, yakni tentang Kelangkaan dan kepunahan spesies, Strategi dan tata kelola pelestarian biodiversitas. “intinya adalah membahas konservasi, karena konservasi ini cakupannya luas bukan hanya semata untuk pelestarian saja, tapi pemanfaatannya harus dirasakan oleh semua makhluk hidup”, tutur Maimunah. Kuliah tamu ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa semester 6 (ada 3 kelas) yang mengambil MK Biologi Konservasi.
Kuliah tamu ini dibuka oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Tadris Biologi, Bapak Dr. Salahuddin, M.Si. Dalam sambutannya, Bapak Salahuddin mengatakan bahwa salah satu indeks capaian kerja prodi adalah melakukan kerjasama pada berbagai pihak khususnya pihak yang berkaitan dengan prodi Tadris Biologi. “Saya berharap kerjasama kita tidak sekali ini saja, melainkan di lain waktu terus tetap berjalan”, ujar Salahuddin. Beliau menambahkan bahwa nantinya profile lulusan mahasiswa Tadris Biologi adalah menjadi peneliti di bidang biologi, guru, sektor swasta ataupun pemerintahan maka dari itulah diharapkan penyampaian materi dari praktisi yang berkecimpung di dunia konservasi tersebut dapat menjawab profile lulusan dari mahasiswa tersebut. Dalam pembukaan kaprodi tersebut, beliau ada menyelipkan kalimat gurau “barangkali setelah tamat nanti ada yang mau jadi artis”, guraunya. Seluruh audience pun tertawa. Kemudian beliau menambahkan bahwa bisa saja artis yang harapannya nantinya bisa menjadi duta icon untuk pelestarian lingkungan seperti Chiko Jericco, Nadya Hutagalung, dll.
Proses perkuliahan tersebut pun lancar dimulai dari jam 08:30 sampai dengan 10:00 oleh Bapak Kurniawan. Dalam materinya, beliau menyampaikan tentang apa saja perbedaan kelangkaan dan kepunahan oleh spesies, bagaimana strategi pelestarian biodiversitas dan apa yang dimaksud oleh konservasi. Kurniawan menambahkan bahwa dari semua yang beliau sampaikan harapannya para generasi Z yang mana selain mengetahui secara teoritis, mahasiswa bisa bersumbangsih untuk turut berpartisipasi dalam rangka menjaga lingkungannya lewat perannya dalam konservasi. “Kalian bisa menjadi volunteer untuk penyelamatan lingkungan, bisa membuat tulisan-tulisan baik di jurnal, media sosial dan platform yang bisa mempublikasikan buah ide pemikiran kalian, serta bisa ikut menghimbau masyarakat yang tinggal disekitar kampung kalian kalau membuka lahan perkebunan di kawasan hutan negara secara massive itu tidak boleh, penambangan emas secara illegal juga tidak boleh, dsb”, tutur Kurniawan.
Penyampaian materi dan diskusi pun berjalan dengan lancar dan mahasiswa tadris biologi semester 6 (enam) tampak semangat mengikuti perkuliahan dari praktisi dan antusias dalam sesi tanya-jawab. Diakhir perkuliahan, Ibu Maimunah berterimakasih kepada Bapak Kurniawan karena bisa berbagi dan sharing pengalaman kepada para mahasiswa semester 6 (enam) Tadris Biologi yang mengambil MK Biologi Konservasi.

