Tadris Biologi
Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Tadris Biologi
Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Yeni Santika; Menjadi Narasumber Tentang Pentingnya Edukasi Berkeluarga Sejak Dini di Tribun Jambi

Pernikahan di era anak muda memiliki ekspektasi yang tinggi sehingga menimbulkan pro dan kontra, antara rasional dan lebih mementingkan gensi saja.

Generasi muda saat ini memiliki sifat yang khas, yakni percaya diri, kritis, ambisius dan berorientasi terhadap pencapaian, memiliki ekspektasi yang tinggi dalam hal apapun, suka dengan hal baru, dan berani mempertanyakan sesuatu yang mereka anggap penting.

Melihat sifat-sifat seperti itu, generasi muda sekarang ini juga disebut sebagai generasi ‘kutu loncat’ atau kurang suka berkomitmen. Hal ini erat hubungannya dengan pernikahan. Ada yang takut berkeluarga bahkan sebagian lagi memilih lebih cepat berkeluarga. Bagaimana sebenarnya pandangan generasi muda/milenial mengenai pernikahan?.

berikut sedikit ulasan Yeni Santika, mahasiswa Tadris Biologi dalam acara Mojok Milenial yang diadakan oleh Tribun Jambi Sabtu, 28.05.2023.

Yeni merupakan mahasiswa semester 6 Tadris Biologi UIN STS Jambi yang sudah beberapa kali mengikuti lomba pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat kabupaten tahun 2020 dan 2023. Pada tahun ini akan berkompetisi lagi di tingkat provinsi untuk menjelaskan bagaimana kiat-kiat berkeluarga dan pentingnya edukasi berkeluarga sejak dini. Selain itu, yeni juga aktif di organisasi kampus dan organisasi kepemudaan di tempat tinggalnya.

Dalam pemaparannya, yeni menjelaskan bahwa sebelum berkeluarga ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dari diri kita. Mulai dari pemahaman tentang usia pernikahan yang baik untuk dilakukan yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Usia tersebut sudah ideal dari sisi reproduksi maupun emosional.

“Permasalah yang dihadapi hari ini adalah generasi milenial yang putus sekolah, terutama di usia SMP. Sebagian mereka memilih menikah padahal usia mereka masih dibawah umur dan sebagian lagi memilih untuk bekerja dan lalai akan berkeluarga. Padahal pendidikan itu sangat penting dalam berkeluarga. Pentingnya edukasi berkeluarga sejak dini tidak hanya penting bagi perempuan yang merupakan madrasah/sekolah pertama bagi anak-anaknya. Tetapi juga penting bagi laki-laki karena akan menjadi imam yang harus mengayomi anggota keluarganya”. Ungkapnya.

Di desa tempat tinggalnya, Yeni aktif pada organisasi kepemudaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja  (PIK-R). Organisasi tersebut beranggotakan remaja dengan rentang usia 10-24 tahun dan belum menikah. PIK-R ini sebagai wadah pusat informasi dan konseling bagi remaja terkait permasalahan yang mereka hadapi. Manfaat yang didapatkan yaitu dapat menambah wawasan terkait pemahaman tentang perencanaan berkeluarga dan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan menghindari nikah di usia muda, seks pranikah dan napza.

Pada akhir pembahasan Yeni berharap, siapapun itu persiapkanlah diri sebaik mungkin dalam pernikahan, karena pernikahan bukan hanya untuk satu atau dua hari saja.

“Dewasakan diri dan pola pikir karena untuk menjalankan pernikahan itu tidaklah mudah”. Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899