SEMABIO 2026: Himpunan Mahasiswa Tadris Biologi UIN STS Jambi Kenalkan Lingkungan dan Keilmuan Biologi kepada Mahasiswa Baru melalui Eksplorasi Alam
Jambi, 31 Oktober 2026 – Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Biologi sukses menyelenggarakan kegiatan tahunan SEMABIO (Sehari Bersama Biologi) 2026 pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertempat di Tarbiyah Lama UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Mengusung tema “Menjadikan Generasi Biologi yang Kreatif dan Inovatif Melalui Eksplorasi/Menjelajah Alam, Pengenalan Tumbuhan, dan Penciptaan Karya”, kegiatan ini menjadi wadah pengenalan lingkungan akademik, pengembangan kreativitas, serta pembentukan karakter mahasiswa baru Tadris Biologi melalui aktivitas pembelajaran yang menyenangkan dan aplikatif.
Acara diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh Ketua Program Studi Tadris Biologi, Reza Ma’ruf, S.Pd., M.Pd., beserta para dosen Tadris Biologi dan mahasiswa. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi menyampaikan dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan sebagai sarana membangun kebersamaan, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan potensi mahasiswa di bidang keilmuan Biologi.


Kehadiran para dosen juga menjadi bentuk dukungan dan pendampingan akademik bagi mahasiswa dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan SEMABIO 2026.


Setelah pembukaan, peserta mengikuti petualangan biologi melalui lima pos kegiatan yang dirancang untuk mengasah pengetahuan, keterampilan observasi, kreativitas, dan kerja sama tim.
Pos 1: Setoran Nama Ilmiah
Pada pos pertama, peserta mengikuti tantangan setoran nama ilmiah sekaligus pemeriksaan barang bawaan. Kegiatan ini dirancang untuk menguji pengetahuan dasar peserta mengenai istilah ilmiah dalam Biologi serta melatih ketelitian dan kesiapan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan.


Pos 2: Penciuman Rempah
Pada pos kedua, peserta diajak mengenali berbagai jenis rempah melalui indra penciuman. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang menarik dalam mengenali karakteristik aroma berbagai bahan alami serta menghubungkannya dengan pemanfaatan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari.


Pos 3: Identifikasi Makhluk Hidup
Pada pos ketiga, peserta melakukan kegiatan identifikasi makhluk hidup dengan mengenali beberapa hewan, yaitu mencit, katak, dan kodok. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada karakteristik dan ciri-ciri morfologi hewan sebagai bagian dari pembelajaran dasar zoologi.


Pos 4: Presentasi Miniatur
Pada pos keempat, peserta menampilkan dan mempresentasikan miniatur hasil kreativitas kelompok. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan ide, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta keberanian mahasiswa dalam menyampaikan hasil karya.


Pos 5: Evaluasi dan Ramah Tamah
Pada pos terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi dan ramah tamah. Peserta bersama panitia melakukan refleksi terhadap rangkaian kegiatan sekaligus membangun suasana kekeluargaan dan mempererat hubungan antarmahasiswa Tadris Biologi.

Setelah menyelesaikan petualangan di lima pos, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan atau games yang menambah semarak suasana. Beberapa permainan yang dilaksanakan di antaranya Estafet Sarung, Mandi Salju, dan Cucuk Balon. Seluruh permainan dirancang untuk meningkatkan kekompakan, sportivitas, komunikasi, serta kerja sama antarkelompok.
Rangkaian kegiatan SEMABIO 2026 berlangsung dengan penuh antusiasme dan kebersamaan. Melalui berbagai aktivitas edukatif dan permainan kelompok, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga kesempatan untuk saling mengenal, berinteraksi, dan membangun solidaritas sebagai bagian dari keluarga besar Tadris Biologi.



Melalui penyelenggaraan SEMABIO 2026, Program Studi Tadris Biologi berharap mahasiswa baru mampu mengembangkan potensi diri, meningkatkan rasa ingin tahu terhadap ilmu Biologi, serta menjadi generasi yang kreatif, inovatif, kolaboratif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembelajaran Biologi tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pengalaman langsung, eksplorasi, kreativitas, dan interaksi dengan lingkungan sekitar.