Tadris Biologi
Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Tadris Biologi
Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Mahasiswa Tadris Biologi Lakukan Pembelajaran Lapangan di BRIN

Siapa sangka, di balik rak-rak penuh spesimen daun kering, biji-bijian kecil, dan potongan batang kayu yang tersimpan rapi, tersembunyi kekayaan hayati Indonesia yang luar biasa. Di sanalah, 41 mahasiswa semester IV Tadris Biologi FTK UIN STS Jambi bersama 5 dosen pendamping menyusuri jejak para peneliti dan menelusuri kekayaan alam Indonesia dan dunia..

Kunjungan akademik ini berlangsung pada Selasa (20/5/2025) di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong, ini bukan sekadar agenda luar kelas. Ini adalah perjumpaan nyata mahasiswa dengan dunia tumbuhan yang mereka pelajari di bangku kuliah: dari identifikasi spesimen di Herbarium BRIN, mengenal bentuk dan struktur buah dan biji di Karpologi, hingga mengamati jenis kayu dalam koleksi Xylarium. Kegiatan ini merupakan bagian dari Praktikum Penguatan Konten (PPK).

“Mahasiswa tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga belajar langsung proses riset, identifikasi spesimen, serta bagaimana dokumentasi ilmiah dilakukan secara profesional dan terstandarisasi. Ini pengalaman langsung yang sangat penting untuk pengembangan keilmuan mereka.

Melalui kunjungan ini, kami ingin mahasiswa mengalami langsung bagaimana penelitian dilakukan. Mereka tidak hanya melihat spesimen, tapi juga terlibat aktif dalam diskusi tentang proses pengolahan spesimen, identifikasi, konservasi dan dokumentasi biodiversitas,” ujar Reza Ma’ruf, Ketua Program Studi Tadris Biologi FTK.

Mahasiswa terlihat antusias mengikuti pemaparan para peneliti BRIN, yang menjelaskan tidak hanya soal koleksi tumbuhan kering di herbarium, tetapi juga bagaimana karakter buah dan biji dipelajari di laboratorium karpologi, serta bagaimana xylarium menyimpan potongan-potongan kayu dari seluruh nusantara sebagai warisan pengetahuan ekologi dan kehutanan.

“Yang mereka pelajari hari ini bukan sekadar teori, mereka melihat langsung bagaimana tumbuhan dipelajari dari akar hingga batang, dari daun hingga biji, dari bentuk luar hingga strukturnya,” tambah Reza.

Salah satu mahasiswa, Nazjwa Risky Pasha, mengungkapkan kekagumannya. “Saya sangat terinspirasi. Melihat langsung koleksi herbarium, karpologi, dan xylarium membuka wawasan saya tentang pentingnya pelestarian dan pendokumentasian tanaman. Semoga nanti saya bisa kembali ke BRIN untuk magang atau bahkan meneliti,” ujarnya penuh semangat.

Reza pun berharap kunjungan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas. “Kami sangat mengapresiasi sambutan dan keterbukaan BRIN. Semoga ada lebih banyak kesempatan seperti ini dalam bentuk magang, riset bersama, bahkan pembinaan mahasiswa sebagai calon peneliti masa depan,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa belajar biologi bukan hanya membaca buku di ruang kelas. Ia hidup, tumbuh, dan ditemukan di antara rak-rak koleksi ilmiah yang menyimpan sejarah alam Indonesia bahkan dunia. Di BRIN, mahasiswa Tadris Biologi tak hanya belajar, mereka menyentuh masa depan ilmu pengetahuan itu sendiri untuk pengembangan keilmuan mereka. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Program Studi Tadris Biologi FTK UIN Jambi dalam mempersiapkan mahasiswa secara holistik, tidak hanya secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman praktis sebagai bekal mereka untuk tumbuh menjadi ilmuwan dan pendidik yang unggul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899