Dalam rangka menciptakan masyarakat yang ramah lingkungan dan komitmen untuk menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi, Tim Dosen Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan mengolah limbah menjadi produk yang bernilai. “Biasanya minyak jelantah sisa penggorengan dibuang begitu UIN STS Jambi melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Suka Maju, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi pada Rabu 5 Juli 2023. Tim Dosen PKM ini terdiri dari Muhsin Chatib, M.Pd., Hesti Riany, M.Si., Nining Nuraida, M.Pd., Diandara Oryza, M.Pd., Dwi Gusfarenie, M.Pd,. Dalli Yulio Saputra, M.Si., Suraida, M.Si., Wahilman Syahmi, M.Pd., Devie Novallyan, M.Pd., Widia Bela Oktaviani, M.Biomed., Reny Safita, M.Pd., Riko Aprianto, M.Pd. Ica Wandari Anisia, M.Pd., Defita Permata Sari, M.Pd., Evan Vria Andesmora, M.Si, Miftahur Rahmi, M.Pd. dan beberapa mahasiswa Tadris Biologi.
Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengangkat tema “Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Bahan Baku Sabun Dalam Upaya Mengurangi Pencemaran Lingkungan Oleh Limbah Rumah Tangga” Kegiatan ini diikuti oleh 28 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan perangkat desa Suka Maju.
Muhsin chatib, M.Pd selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat karena saja, mengakibatkan pencemaran lingkungan. Dengan mengolahnya menjadi sabun, semoga pencemaran tersebut dapat diminimalisasi,” jelas Muhsin.
Materi pelatihan disampaikan oleh Hesti Riany, M.Si., dalam pemaparannya ia menjelaskan bahwa 39.63% pencemaran lingkungan bersumber dari limbah rumah tangga. Salah satu limbah tersebut yaitu minyak jelantah. Selanjutnya ia menjelaskan dampak negatif dari minyak jelantah, potensi pemanfaatan minyak jelantah, hingga proses pembuatan sabun berbahan dasar minyak jelantah.

Diakhir sesi, masing-masing peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk belajar dan mempraktekkan secara langsung tahapan proses pembuatan sabun berbahan minyak jelantah didampingi oleh tim Dosen Tadris Biologi. Bahan-bahan yang digunakan antara lain adalah minyak jelantah, arang, soda api, air, serta pewangi.

Berkat pelatihan tersebut, ibu-ibu Desa Suka Maju mengaku sangat senang karena mendapat ilmu baru yang bermanfaat dan bisa diterapkan dirumah. Sutopo, S.T., Kepala Desa Suka Maju menuturkan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan pelatihan yang dihelat oleh Tim Dosen Program Studi Tadris Biologi. “Dengan adanya pelatihan ini warga jadi tau tentang pemanfaatan minyak jelantah, sehingga kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat dan hasilnya bisa dinikmati di kemudian hari,” ucap Sutopo, S.T.

